Menjelang peringatan tonggak sejarah yang ke-1.166 tahun, Pemerintah Desa Bungurasih mempersiapkan perhelatan budaya berskala besar. Peringatan Hari Jadi Desa yang merujuk pada peristiwa bersejarah Manusuk Sima yakni jejak sejarah penetapan wilayah desa yang tercatat sejak tahun 860 Masehi hingga kini 2026 Masehi akan menjadi momentum refleksi sejarah sekaligus perayaan kebudayaan masyarakat.
Acara puncak peringatan ini akan diadakan di Pelataran Makam Mbah Ibrahim Al Jaelani (Mbah Jenggot), Desa Bungurasih, Kecamatan Waru, Sidoarjo, pada hari Sabtu, 22 Agustus 2026, yang rangkaiannya akan dimulai sejak pukul 16.00 WIB hingga selesai.
Perayaan sejarah dan budaya pada tahun ini mendapatkan apresiasi serta dukungan dari berbagai kementerian dan lembaga tingkat nasional. Dukungan tersebut datang dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, program Dana Indonesiana, serta Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Sinergi ini membuktikan bahwa dedikasi Pemerintah Desa Bungurasih dalam menjaga dan merawat pelestarian budaya lokal mendapat sorotan positif serta pengakuan di kancah nasional.
Rangkaian perhelatan ini akan dibuka pada sore hari dengan agenda sakral berupa Kirab Ritual Manusuk Sima. Prosesi napak tilas sejarah ini ditujukan untuk mengenang kembali jejak peradaban dan perjuangan para leluhur dalam merintis Desa Bungurasih. Usai prosesi kirab, suasana akan dihangatkan dengan perpaduan nuansa religius dan hiburan kesenian melalui penampilan Grup Sholawat Banjari IKSAMU SAMBA FUN MUSIK. Rangkaian pembuka ini mencerminkan tingginya nilai keharmonisan sosial yang hidup di tengah masyarakat desa.
Memasuki malam hari, masyarakat akan disuguhkan panggung kesenian utama berupa Pergelaran Wayang Kulit Jawa Timuran. Pada pagelaran kali ini, panitia menghadirkan dalang kenamaan, Ki Pringgo Jati Rahmanu, yang akan membawakan lakon epik berjudul "Babat Alas Wonomarto".
Pemilihan lakon Babat Alas Wonomarto memiliki makna filosofis yang mendalam. Kisah ini menceritakan tentang perjuangan, kerja keras, persatuan, dan gotong royong dalam membuka lahan baru guna membangun sebuah peradaban yang makmur, mandiri, dan berdaulat. Pesan moral dari lakon ini dinilai sangat relevan dengan semangat gotong royong warga dan visi pembangunan Desa Bungurasih saat ini. Kemeriahan pagelaran wayang ini juga dipastikan akan semakin hidup dengan kehadiran pelawak kondang, Cak Tawar Gonzales, yang siap memberikan hiburan segar dan edukatif bagi para penonton.
Melalui perayaan Hari Jadi ke-1.166 ini, Pemerintah Desa Bungurasih menaruh harapan besar agar masyarakat tidak sekadar menikmati hiburan, melainkan juga mengambil hikmah sejarah untuk memperkuat rasa bangga dan cinta terhadap desa. Selain sebagai ajang pelestarian seni, acara ini juga diharapkan mampu menjadi penggerak roda perekonomian warga, khususnya bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) setempat yang akan turut meramaikan area sekitar acara.
Pemerintah Desa Bungurasih mengundang seluruh elemen masyarakat, khususnya warga asli Desa Bungurasih untuk hadir menyemarakkan acara bersejarah ini. Mari bersama-sama kita lestarikan seni budaya Nusantara, pererat tali silaturahmi, dan melangkah maju untuk mewujudkan Desa Bungurasih yang berbudaya, rukun, dan sejahtera.
Pusat Informasi & Komunikasi Pemerintah Desa Bungurasih