Suasana sukacita menyambut Hari Raya Natal dan Tahun Baru (Nataru) sudah mulai terasa. Momen libur panjang ini tentu menjadi waktu yang sangat dinanti-nantikan oleh warga untuk melepas penat, baik dengan pulang ke kampung halaman (mudik) maupun berwisata ke luar kota bersama keluarga tercinta. Namun, di tengah antusiasme mempersiapkan perjalanan, keamanan rumah yang akan ditinggalkan dalam keadaan kosong sering kali menjadi sumber kekhawatiran tersendiri. Rumah yang kosong dalam waktu lama memang rentan terhadap berbagai risiko, mulai dari tindak kejahatan hingga bahaya teknis seperti korsleting listrik.
Agar perjalanan liburan kamu terasa nyaman dan bebas dari rasa was-was, persiapan matang sebelum menutup pintu rumah adalah kunci utamanya. Berikut adalah panduan lengkap dan tips aman meninggalkan rumah saat liburan panjang yang wajib diperhatikan:
-
Matikan dan Cabut Aliran Listrik Elektronik, Jangan hanya sekadar mematikan tombol power, tetapi pastikan untuk mencabut kabel dari stopkontak pada peralatan elektronik yang tidak digunakan, seperti televisi, komputer, dispenser, wi-fi router, dan AC. Hal ini sangat krusial untuk mencegah terjadinya hubungan arus pendek (korsleting) yang bisa memicu kebakaran, sekaligus menghemat tagihan listrik selama Anda pergi.
-
Amankan Kompor dan Tabung Gas, Dapur adalah area yang paling rawan. Pastikan kompor dalam keadaan mati total. Sangat disarankan untuk melepas selang regulator dari tabung gas demi mencegah kebocoran gas yang tidak terdeteksi. Simpan tabung gas di tempat yang memiliki sirkulasi udara baik dan jauh dari paparan sinar matahari langsung.
-
Periksa Saluran Air dan Keran, Pastikan seluruh keran air di kamar mandi, dapur, maupun halaman depan sudah tertutup rapat. Periksa juga apakah ada pipa yang bocor. Langkah ini penting untuk menghindari pemborosan air, mencegah tagihan air membengkak, serta menghindari risiko banjir di dalam rumah yang bisa merusak perabotan.
-
Kunci Pintu dan Jendela Secara Berlapis, Tutup rapat semua akses masuk rumah, termasuk jendela-jendela kecil dan ventilasi. Gunakan kunci ganda atau gembok tambahan pada pintu utama dan pagar untuk memperlambat upaya pembobolan. Hindari kebiasaan lama menyimpan kunci cadangan di tempat-tempat yang mudah ditebak seperti di bawah pot bunga atau keset, karena tempat-tempat tersebut adalah lokasi pertama yang akan diperiksa oleh pencuri.
-
Simpan Barang Berharga di Tempat Tersembunyi, Jangan biarkan barang-barang berharga seperti perhiasan, uang tunai, atau dokumen penting (sertifikat tanah, BPKB, ijazah) tergeletak di tempat terbuka. Simpanlah di dalam brankas yang terkunci rapat atau letakkan di tempat penyimpanan yang sulit dijangkau dan tersembunyi, misalnya di dalam lemari pakaian bagian paling dalam.
-
Bersihkan Rumah dan Buang Sampah, Sebelum berangkat, usahakan rumah dalam kondisi bersih. Buang semua sampah basah yang ada di dapur maupun tempat sampah luar. Sampah yang menumpuk berhari-hari akan membusuk, menimbulkan bau tidak sedap, serta mengundang hama seperti tikus, kecoa, dan lalat yang bisa membawa penyakit.
-
Lapor kepada Tetangga Terpercaya, Ini adalah langkah sosial yang paling penting. Sempatkan diri untuk berpamitan atau melapor kepada Ketua RT/RW dan tetangga sekitar. Beritahukan berapa lama rumah akan kosong. Selain itu, titipkan pesan kepada tetangga terdekat yang tidak bepergian untuk sekadar ikut mengawasi kondisi rumah Anda. Tetangga adalah "CCTV" terbaik yang kita miliki.
Dengan menerapkan langkah-langkah preventif di atas, kita dapat meminimalisir risiko yang tidak diinginkan. Mari kita jaga lingkungan kita tetap aman dan kondusif. Selamat menikmati waktu berkualitas bersama keluarga, hati-hati di perjalanan, dan semoga kembali ke rumah dengan selamat dan bahagia!